SAGKI 2015: Saatnya Berkatekese Tujuh Sakramen melalui Media Visual

 

Di forum Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) ke-4 tahun 2015, resmi sudahlah produk media visual tentang tujuh sakramen untuk tujuan katekese (pengajaran iman katolik). Video tentang Tujuh Sakramen ini diproduksi oleh KWI bekerja sama dengan Studi Audio Visual (SAV) Puskat Yogyakarta.

Pada kesempatan hajatan SAGKI ke-4 pada hari kedua, Selasa (3/11) malam, video katekese tentang Tujuh Sakramen itu resmi dirilis oleh KWI bersama mitranya, SAV Puskat Yogyakarta.

Awal mula | Menjawab pertanyaan Sesawi.Net di sela-sela acara SAGKI ke-4 tahun 2015, Direktur SAV Puskat Yogyakarta Romo Y. Iswarahadi SJ mengisahkan, ide awal kemendesakan membuat video tentang tujuh sakramen bermula di forum sidang pertemuan SIGNIS di Batam tahun 2013. Pada pertemuan itu, ungkap pastor Jesuit ini, ada workshop pembuatan film pendek tentang tujuh sakramen sebagai bagian acara pertemuan SIGNIS di Batam.

Barulah setelahnya muncul gagasan dari Ketua Komisi Komsos KWI Mgr. Petrus Turang agar paparan visual tentang tujuh sakramen untuk tujuan katekese bisa dikerjakan dengan lebih fokus dan serius. “SAV diminta membuat proposal untuk kemudian diajukan ke Komsos KWI,” ungkap Romo Iswarahadi.

Senada dengan itu, Sekretaris Komisis Komsos KWI RD Kamilus Pantus menyebutkan, gayunng pun bersambut riang di KWI. Ketika proposal itu masuk ke Komsos KWI, sambutan positif muncul hingga kemudian proposal ini dibawa ke forum rumpun komisi-komisi di KWI yang punya perhatian besar di bidang pewartaan iman seperti Komsos KWI, Komisi Katekese, Komisi Liturgi, Komisi Teologi.

“Barulah ketika keputusan rumpun forum komisi-komisi pewartaan iman merespon positif gagasan besar tersebut, maka proposal SAV ini kemudian dibawa forum yang lebih ‘tinggi’ dan formal, yakni Presidium KWI. Ternyata rapat Presidium KWI juga sangat menyetujui gagasan ini,” terang RD Kamilus Pantus, imam diosesan Keuskupan Weetebula yang kini menjadi Sekretaris Eksekutif Komisi Komsos KWI.

Modul visual untuk pengajaran iman | Di hari kedua SAGKI, Selasa (3/11) malam, SAV Puskat Yogyakarta sempat menayangkan video tentang Sakramen Penguatan. Diawali kisah seorang karyawan muda katolik (Aryani) yang mengalami kegalauan iman, ketika dirinya diajak bersekongkol oleh bosnya di kantor untuk menggelembungkan nilai projek hasil sebuah tender terbuka.

Namun di luar dugaan sang bos, Aryani menolak mentah-mentah ajakan kongkalingkong tersebut. Kegalauan kedua terjadi, saat dirinya dibujuk rayu oleh ibunya sendiri agar sudi menikah dengan pria mapan pilihan orangtuanya. Lagi-lagi, Aryani menolak karena bagi dia perkawinan adalah urusan cinta antara pasangan, bukan hasil ‘rekayasa’ orangtua atas alasan kekayaan atau lainnya.

Di media visual melalui tayangan video ini, demikian penjelasan Romo Iswarahadi, orang diajak untuk berpikir matang dan dewasa sesuai iman katolik manakala menemui berbagai tantangan kehidupan. Sakramen Penguatan dalam konteks katekese tentang Tujuh Sakramen ini adalah rahmat sakramental yang diterima sekali seumur hidup agar setiap orang katolik yang sudah dibabtis tetap punya keyakinan dan keteguhan untuk bersikap dan berperilaku hidup sesuai dengan iman kekatolikannya.

Sakramen Penguatan adalah ‘senjata’ iman, manakala kegalauan hati melanda batin orang katolik. Video Tujuh Sakramen hasil produksi bareng antara KWI dan SAV Puskat Yogyakarta ini dijual untuk umum seharga Rp 50.000,00 dan bisa dibeli di beberapa outlet toko liturgia dan benda-benda rohani katolik.

Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) meluncurkan video Katekese 7 Sakramen, di hadapan sekitar 560 peserta Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI 2015) Selasa (3/11). Pelaksana produksinya dilaksanakan Komisi Komsos KWI bersama Studio Audio Visual Puskat Yogyakarta. RD Kamilus Pantus (Sekretaris Eksekutif Komsos KWI) dan pastor Y.I. Iswarahadi SJ (pimpinan Puskat) saat meluncurkan video ini mengatakan, produksi video Katekese 7 Sakramen untuk menanggapi kebutuhan sarana katekese di tengah umat.

Selain berisi 7 video tentang sakramen-sakramen (Baptis, Krisma, Ekaristi, Tobat, Perkawinan, Imamat dan Pengurapan orang sakit), paket ini juga dilengkapi dengan buku panduan tentang penggunaan video dalam kegiatan katekese. “Paket ini merupakan bantuan bagi umat untuk memahami dan menghayati sakramen-sakramen Gereja secara interaktif dalam pertemuan umat di Lingkungan, sekolah maupun komunitas basis. Bahkan katekes akan dimudahkan karena dapat menyisipkan kreativitasnya sesuai dengan kondisi setempat”, kata RD Kamilus Pantus.

Yang menarik dari paket ini, selain berisi penjelasan tentang sakramen-sakramen, juga disajikan 7 film pendek yang berkorelasi dengan penjelasan ke-7 sakramen. Sementara itu untuk menjaga keakuratan isi dan penjelasannya, paket video ini ditangani pula oleh Tim Rumpun Pewartaan KWI. Tim ini terdiri dari gabungan sekretaris Komisi di KWI, yaitu Komunikasi Sosial, Liturgi, Teologi, Kateketik, Karya Misioner dan Lembaga Biblika Indonesia, juga Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi dan Sekretariat Jendral KWI. Selain itu ditampilkan juga para narasumber pemberi renungan, yang terdiri dari 6 pastor serta Uskup Johannes Pujasumarta.

“Umat perlu dibantu untuk memperdalam pengertian tentang Sakramen-Sakramen Gereja, sehingga penghayatannya semakin mendalam dan akhirnya menghidupkan Gereja secara internal dan eksternal”, RD Kamilus Pantus menambahkan. “Terbitan ini tidak dimaksudkan untuk menjawab semua persoalan yang muncul di sekitar sakramen Gereja, tetapi sebagai titik tolak untuk menghidupkan pertemuan katekese”.

Video Katekese 7 Sakramen Gereja ini sangat sesuai untuk pelajar SLTA, mahasiswa hingga kelompok dewasa. Dengan durasi katekese sekitar 90 menit untuk setiap sakramen, maka melalui materi audio visual ini umat dapat belajar materi yang memperdalam imannya, baik secara kognitif, afektif dan psikomotorik. Untuk mendapatkan video Katekese 7 Sakramen Gereja, peminat dapat mengubungi Komisi Komsos KWI. [ Errol JonathansTim Komsos ]

eKatolik : Sebuah aplikasi Alkitab Katolik yang dipersembahkan kepada Tuhan dan sesama by Dominicus Bernardus dengan system "Android IOS" Google Play.

Fitur :
◌ Alkitab offline (Perjanjian lama, Perjanjian Baru, Deuterokanonika)
◌ Kalender Liturgi
◌ Renungan harian audio ► Fresh Juice
◌ Renungan harian text
◌ Kumpulan Doa
◌ Informasi acara-acara rohani (acara gereja, ziarah, dll)
... and more ...

Bagi sobat facebook (Umat Katolik) yang memiliki gadget ANDROID dan tentunya punya niat untuk meningkatkan iman lewat Doa, Alkitab, Renungan dll ..., silahkan install aplikasi eKatolik aplikasi Android IOS Google Play ► DI SINI.