In Memoriam Mgr. Johannes Pujasumarta


"Orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya." (Dan 12:3)

Kepergian Mgr. Johannes Maria Trilaksyanta Pujasumarta tak saja diratapi umat Katolik di Indonesia. Bahkan, Paus Fransiskus secara khusus menyampaikan belasungkawa mendalam.

Paus Fransiskus menyebut mendiang Mgr. Johannes Pujasumarta sebagai gembala yang rajin menyapa dan mengunjungi umatnya.

"Kami sangat berduka atas meninggalnya beliau. Selama hidupnya, monsinyur sudah menghayati sebagai gembala yang baik bagi dombanya," ujar Paus Fransiskus seperti diucapkan Duta besar Vatikan untuk Indonesia Monsinyur Antonio Guido Filipazzi, di Seminari Kentungan, Yogykarta, Jumat (13/11/2015).

Dalam pidato berbahasa Latin itu, Paus meminta umat berdoa dalam hening agar arwah uskup diterima di sisi Bapa. "Tuhan sudah menyiapkan pemimpin yang baru. Umat perlu berdoa agar terpilih orang yang tepat dan bisa menjadi pemimpin yang baik," tegasnya.

Ribuan umat Katolik yang memadati Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan tampak larut dalam duka. Bahkan, tak sedikit yang menitikkan air mata ketika Misa Requiem berlangsung.

Pemakaman ini tak hanya dihadiri umat Katolik. Tampak pula umat dari agama lain hadir memberikan penghormatan terakhir untuk pria yang ditahbiskan menjadi Uskup Agung Semarang tahun 2011. Antara lain dari perwakilan Forum Persaudaraan Umat Beriman (FPUB).


Sugeng Kondur † Mgr. Johannes Pujasumarta rahayu ingkang pinaggih [...]